pra seminar

Hari ini, sabtu 23 mei 2009, diselenggaran Seminar Nasional Informatika dengan tema, E-Democracy : Dukungan E-Democracy dalam meningkatkan mutu demokrasi di Indonesia.
Acara ini berlangsung di ruang seminar Gedung Antasari, UPN “Veteran” Yogyakarta.
Acara dimulai dengan laporan mengenai Semnasif yang disampaikan oleh ketua panitia, Frans Richard Kodong. Peserta seminar kali ini cukup banyak, tercatat 135 abstrak paper yang masuk, dan yang lolos untuk dipresentasikan dan masuk dalam prosiding sebanyak 105 paper.
Untuk panelis pada seminar disesi pertama menghadirkan para narasumber sbb :
1. Amien Rusdi Utomo, M.Eng ( Tim IT KPU dan BPPT)
2. F Harianto Santosa ( LItbang KOMPAS )
3. Tri Kuntoro P, M.Sc (akademisi IT UGM)
dengan dipandu Surahyo M.Eng (Direktur INIXINDO Yogya) sebagai moderator. Semula acara ini akan menghadirkan MENKOMINFO, Muhammad Nuh. Namun menjelang detik terakhir (Rabu sore kemarin) pak mentri membatalkan kunjungan ke UPN karena diharuskan untuk menemani Presiden SBY berkunjung ke Jatim untuk meninjau pembangunan jembatan SURAMADU yang akan segera diresmikan.
Antusiasme peserta seminar cukup semarak. Hampir seluruh kursi ruangan penuh. Materi yang disajikanpun sangat menarik dan lagi hangat2nya dibicarakan oleh masyarakat Indonesia.
Dimulai dengan pemaparan Pemanfaatan TIK pada Pemilu oleh wakil KPU. Ternyata pemanfaatan TIK untuk saat ini di Indonesia baru sekadar memenuhi hasrat keinginan masyarakat, atau sekedar pelengkap. Karena menurut UU yang dipakai dan sah adalah hasil perhitungan manual. Tapi paling tidak kita harus memulai saat ini agar kita tidak jauh ketinggalan dengan negara2 lain.
Pak Tri Kuntoro menyoroti bahwa kenyataan saat ini IT literacy masyarakat Indonesia masih rendah. Masih ada kesenjangan DIgital dimasyarakat kita. Padahal sesungguhnya Informasi seharusnya mensejahterakan masyarakat.
Dari Kompas mengulas tentang Quick Count. Sejarah mulai berkembangya Quick Count yang semula dipergunakan untuk mendeteksi adanya kecurangan PEMILU ( di Filipina ) hingga saat ini Quick Count digunakan untuk mengetahui secara lebih cepat siapa yang menjadi pemenang PEMILU. Timbul pertanyaan bagaimana sampel yang hanya 0.5 % dari populasi bisa menyajikan hasil yang mendekati perhitungan manual. Menurut ilmu statistik ada yang disebut distribution, di ilmu fisika ada hukum pangkat. Analogi sederhana ketika ibu memasak nasi, untuk mengetahui nasi tersebut sudah matang, hanya mencicipi sedikit bagian atas nasi sudah bisa diketahui apakah nasi sudah matang atau belum.
Sesi pertama ini diakhiri pukul 12.30 untuk istrihat, sholat dan makan siang.
Pukul 13.30 dilanjutkan dengan seminar paralel yang berlangsung di 6 lokasi. Setiap peserta memaparkan paper hasil penelitiannya.
Secara keseluruhan acara berakhir pukul 17.15. WIB. Alhamdulillaah semua berjalan dengan lancar……sampai bertemu di semnasif 3 tahun depan

paralel seminar

You Should Also Check Out This Post:

More Active Posts: