Pengalaman Membuat Paspor

Akhirnya, hari ini pasporku selesai juga. Lega juga rasanya setelah berhari-hari dilanda ketidakpastian jadi tidaknya paspor ku. Kata pegawai transmigrasi hal ini disebabkan adanya pergantian sistem. Aku akan sharing pengalamanku dalam membuat paspor.

Keinginan untuk membuat paspor memang sudah lama ada dalam rencanaku, untuk persyaratan mencari sekolah di LN, untuk studi lanjut S3 ku. Namun karena saat ini aku sedang diberi amanah sebagai kajur, hal tersebut urung aku laksanakan. Dikarenakan setahun lagi tugasku selesai, saat inilah waktu yang paling tepat untuk mulai mempersiapkan S3-ku. Lebih2 lagi Insya Allah tanggal 26-29 Agustus aku akan ikut serta dalam Rakornas APTIKOM di Batam, yang didalam rangkaian acaranya ada studi banding ke Universitas Nanyang di Singapura dan Universitas Teknologi Malaysia , wah pas banget ( itulah enaknya hidup yang pas-pasan, hehehe). Continue reading

Posted in Pengalaman | Leave a comment

Seminar Nasional Kebumian : Selamatkan Sumberdaya Alam Indonesia

Hari ini aku mengikuti Seminar Nasional Kebumian yang diselenggarakan Program Pascasarjana UPN “Veteran” Yogyakarta. Pembicara yang dihadirkan adalah Dr. Ir. Bambang Setiawan, Dirjen Batubara, Mineral dan Panas Bumi, Prof. Dr. HM Amien Rais, MA dan Prof. Dr. Ir. C. Danisworo, Direktur Pascasarjana UPN. Aku tidak begitu paham dengan dunia pertambangan. Tetapi yang menarik tema kali ini adalah “Eksplorasi, Eksploitasi sumberdaya alam serta aspek lingkungan bumi untuk kesejahteraan masyarakat. Yang selama ini aku bahwa negara Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan Sumber Daya MIneral tetapi kita kok masih terpuruk. Dan Kajian dari Pak AMien Rais sangat memberikan wawasan betapa tidakberdayanya kita didalam memanfaatkan potensi alam ini…..(bersambung)

Posted in Seputar Kampus | Leave a comment

First Experience in Bowling

Hari ini adalah hari pertama ujian akhir semester pendek. Artinya proses belajar mengajar selama hampir 3 bulan ini sudah selesai, tinggal menunggu hasil ujian para mahasiswa. Jam 7.30 aku sudah datang ke kampus, dan saat itu juga ujian pertama dimulai. Teman2 dosen yang lain datang sekitar jam 8.00 pagi. Dan biasanya kalo tidak kegiatan mengajar, kita selalu kumpul2 diruang tengah jurusan sambil ngobrol dan browsing internet. Salah seorang temen melontarkan suatu ajakan untuk refreshing ke suatu tempat untuk main bowling. Continue reading

Posted in Hoby | Leave a comment

Agustusan ( Independence Day )

Minggu terakhir di bulan Juli merupakan awal dari kemeriahan perayaan hari kemerdekaan RI kita yang tercinta. Di pinggir jalan mulai terlihat beberapa orang penjual bendera dan pernak-pernik merah putih mencoba mengais rejeki. Di kampung-kampung, setiap sore dan malam hari mulai terdengar keriuhan dari loadspeaker berbagai macam kegiatan olahraga untuk menyambut hari kemerdekaan RI yang ke 63. Kemeriahan ini sedikit mengapus kegelisahan sebagian besar masayarakat yang akhir2 dibikin sulit oleh berbagai macam kenaikan harga barang. Dari BBM, Gas yang memicu pergantian harga ( bukan hanya naik ) bahan pokok dan hampir seluruh bahan kebutuhan masyarakat. Yang gak naik cuma satu, gajiku :) .

Di tempatku bekerja saat ini lagi berjalan semester pendek. Minggu depan akan segera ujian SP. Teman teman yang pegawai yayasan (termasuk aku) juga lagi bersiap2 untuk melakukan dikwal yang akan diadakan pertengahan Agustus. Memang gak ada hubungannya dengan Agustusan, tapi katanya yang sudah ikut, dikwal digunakan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama dosen yang berstatus pegawai yayasan, jadi ada nyrempet2 sedikit dengan persatuan dan kesatuan. Biasanya ada juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menyambut 17 Agustus. Pertandingan olahraga antar fakultas, lomba nyanyi dan nanti puncaknya upacara bendera tanggal 17. Di jurusan sendiri rencananya akan ada pertandingan pingpong :) . Maklumlah meja pingpongnya baru beli. sekarang lagi semangat-semangatnya main pingpong.

Kampungku sendiri sudah menyelesaikan beberapa pertandingan olahraga antar RT, badminton, bola voly. Saat ini sedang berlangsung pertandingan badminton untuk umum, jadi seluruh warga kampung dapat berpartisipasi. Dari yang baru belajar mengayun raket sampai yang sudah mahir. Ibu-ibu juga tidak mau ketinggalan. Olahraga populer ini sangat menghibur warga kampung, karena banyak sekali kelucuan yang disajikan pada permainan ini. Hasil akhir, kalah menang tidak menjadi penting lagi. Pokoke guerrr.

Pendek kata banyak hal yang dilakukan oleh rakyat kita didalam menyambut Hari Kemerdekaan. Meskipun kita sering kali dibuat kecewa oleh kebijakan pemerintah yang tidak memihak ke rakyat, tetapi kita masih punya kebanggaan, bahwa kita saat ini sudah merdeka. Tapi yang menjadi pertanyaan, benarkah kita sudah merdeka ????????????

Posted in Opini | 1 Comment

BIKE TO JOMBOR

Hari Ahad kemarin , kemarin saya bersama teman-teman PRPM (Pengurus Ranting Pemuda Muhammadiyah) pergi ke Jombor dengan menggunakan sepeda. Jombor adalah suatu tempat tujuan orang untuk bersantai sambil menikmati hidangan ikan bakar. Tempatnya berupa warung makan terapung pada suatu rawa-rawa, makanya terkenal dengan rawa Jombor. Letaknya di selatan Klaten, Jawa Tengah. Agak aneh juga musim kemarau begini kok airnya tidak menyusut. Dan anenhnya lagi daerah di sekitarnya merupakan daerah kering ???. Nah , Kalau diukur dari tempat tinggalku di Tamanmartani, Kalasan jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 17 Km.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa untuk pergi ke suatu tempat untuk bersantai di hari libur. Tapi kemarin menjadi istimewa karena itulah pertama kali aku pergi ke suatu tempat yang cukup jauh dengan bersepeda. Apalagi sudah lama aku tidak pernah lagi naik sepeda. Dulu sih waktu SMP naik sepeda terus kalo sekolah. Cuma gara-gara harga BBM sekarang lagi selangit, yah back to basic lagi. sekarang aja kalo ke kantor sudah mulai bergantian antara naik motor sama mobil. Kalo naik mobil trus gak kuat beli bensinnya.

Setelah kurang lebih satu setengah ja menunggu teman2 ngumpul ( wah ini yang nggak bener, masak organisasi kok gak tepat waktu ), pukul 08.45 wib perjalanan menuju Jombor dimulai. Satu kilometer pertama masih nyantai-nyantai aja, sambil ngobrol dengan teman-teman rasanya mengayuh sepeda kok biasa-biasa aja. Memasuki daerah Srowot kakiku mulai terasa pegal-pegal . Begitu juga bagian pantat rasanya panas banget. Kebetulan stelan sepedaku agak kurang pas, Sadelnya kurang tinggi dan juga alat perpindahan giginya juga kurang mulus. Untungnya rasa pegal dan capek itu terslamurkan dengan ngobrol sama teman2. Sambil bercanda ngobrol ngalor ngidul akhirnya tidak terasa setelah 1 setengah jam bersepada sampailah kita di rawa Jombor. Alhamdulillah , pada aku pikir paling-paling setengah perjalanan aku sudah pindah ke mobil pick up yang mengawal perjalanan.

Sampai di rawa Jombor, bayar tiket masuk lokasi lalu nyari tempat untuk beristirahat dan makan. Nah ini jeleknya di rawa Jombor, karena saking banyaknya lokasi rumah makan, banyak sekali yang berebutan menawarkan lokasinya ke kami. Wah ini kok keliatannya kurang bagus, kurang sopan dan bisa menyebabkan pengunjung merasa kurang nyaman. Untungnya sudah ada teman yang beberapa hari sebelumya sudah survey terlebih dahulu, sehingga kami tidak kebingungan memilih tempat untuk mengisi perut yang kosong setelah 2 jam-an berada di jalan.  Singkat cerita, setelah pesen makanan dan minuman, beberapa menit kemudian hidangan hadir. Setelah berdoa terlebih dahulu terjadilah balapan menghabiskan makanan , nasi dan lele bakar. Tidak lebih dari 10 menit seluruh piring telah bersih, tinggal tersisa tulang-tulang ikan lele. Ternyata makan itu terasa nikmat ketika kita benar-benar merasa lapar. Memang benar petuah nabi yang berbunyi : ” makanlah kamu ketika merasa lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Yang terakhir ini yang susah….hehehhe.

Tepat pukul 12 siang, kami beranjak dari rumah makan di Jombor untuk meneruskan perjalanan yaitu pulang kembali ke rumah. Sambil pulang nyari masjid terdekat untuk shalat dzuhur berjamaah.  Oh ya  tujuan dari  acara  ini adalah  menggalang kekompakan pengurus  PRPM  Tamanmartani, dan kalo mungkin mencari simpatisan agar bisa meneruskan perjuangan dakwah melalui Pemuda Muhammadiyah. Peserta sepeda santai ini ada 20 orang, lumayanlah dan ada beberapa muka baru. Ada sedikit tausyiah/renungan yang kita lakukan di pinggir jalan menuju pulang, tempatnya cukup teduh, di bawah pohon yang rindang. Inti dari renungan ini adalah sesuatu yang kita lakukan secara bersama-sama akan terasa ringan karena kita saling membantu, sehingga beban yang terasa berat akan terasa mudah untuk dikerjakan. Aku membayangkan  bahwa tidak akan mungkin untuk bersepeda sendirian ke Jombor.  Jangankan ke Jombot, ke Prambanan aja sudah ngos-ngosan.

Setelah acara tausyiah dan ramah-tamah kita bubar dan mengayuh sepeda lagi menuju starting point. Tidak seperti waktu berangkat, pulang nya terasa berat banget. Mungkin karena udah capek banget. Kaki sudah terasa pegal banget . Wah ingin banget rasanya aku berhenti dan naik mobil pick up saja. Tapi dengan tekad kuat dan sedikit rasa malu ya aku kayuh sepedaku dengan sekuat tenaga.  Akhirnya  setelah susah payah sampai juga lagi ke starting point, Alhmadulillah……

Posted in Hoby | Leave a comment

Seminar Akademik Pascasarjana Ilmu Komputer FMIPA UGM

Hari Jumat, 13 Juni 2008 kemarin, Pascasarjana FMIPA UGM, Bidang Studi Ilmu Komputer menyelenggarakan Seminar Akademik bertema ” Next Generation Networking (NGN)” , di ruang seminar A106 FMIPA UGM. Tema ini menurut salah satu penyaji merupakan hal yang baru di dunia karena baru 3 forum didunia membahasnya didalam suatu forum resmi. Yang pertama forum COMPUTEX di Singapura, kemudian UGM dan nanti akan ada event lagi di …..Jepang kalo nggak salah denger. Acara seminar ini menghadirkan tiga pembicara untuk membahas topik NGN. Topik yang diangkat adalah isu-isu seputar Perkembangan Jaringan Komputer, baik dari sisi Content, Infrastructur dan dari sisi Security . Pembicara yang hadir adalah  Mas Mardhani Ria Setiawan dari PPTIK UGM, CIsco, dan Pak Eko Indrajit mewakili ID-SIRTII.

Posted in Teknologi Informasi | Leave a comment

Pak Dukuh baru

Seminggu yang lalu, di kampungku telah dilangsungkan pemilihan kepala dukuh. Akhirnya dengan melalui proses yang demokratis, aman dan damai terpilihlah kepala dukuh yang baru. Sempat timbul kekhawatiran akan terjadi kekacauan, mengingat calon yang ikut serta dalam pemilihan cukup banyak, 7  calon.  Serangan fajar yang sempat  dilhawatirkan akan terjadi, toh tidak terbukti kebenarannya  (walau  untuk  yang satu ini sulit sekali  dilacak  apa memang bersih dari  politik uang).  Yang menarik,  pak dukuh  trpilih ini masih single, 26 tahun , dan teman main badmintonku di kampung. Sehingga agak canggung juga manggilnya sekarang. Dipanggil pak dukuh, belum beristri, dipanggil dukuh, kok kurang sopan,  yah akhirnya dipanggil mas dukuh aja.  Kalo dirunut ke belakang  didalam kampanyenya , mas dukuh ini cukup  berani menjanjikan perubahan.  Dia akan membelikan  traktor bagi  warganya untuk bisa digunakan  secara  gratis. Membuat kandang sapi yang penggunaannya secara bersama oleh warga ditanah bengkok miliknya. Wajar kalo warga tertarik untuk memilihnya karena iming-iming itu. Yah memang warga didesaku masih lebih melihat hal-hal yang sifatnya fisik dibandingkan dengan hal2 yang sifatnya non fisik. Mudah2an lebih baiklan dusunku. Selamat bekerja Mas Dukuh

Posted in Kampoengku | Leave a comment

PESTA DEMOKRASI KAMPOENG

Pemilu masih setahun lagi, tapi dunia perpplitikan di Indonesia sudah mulai menghangat. Di kampungku, Keniten,  sebuah kampung kecil dekat candi Prambanan akhir-akhir ini suasananya  berubah hangat meriah karena melaksanakan pesta demokrasi kampoeng. Ceritanya di kampungku (istilah yang dipake dusun/dukuh) bakal memilih seorang kepala dusun. Hari ini adlah waktu pencoblosan. Tapi kemeriahan sudah dirasakan mulai kemarin ketika para calon kadus memaparkan visi misi mereka. Ternyata yang tertarik untuk menjadi kadus cukup banyak, 7 orang. Dengan jumlah warga KK sekitar 700 orang berarti persaingan akan terjadi sangat ketat. seperti layaknya calon presiden yang biasa mengumbar janji. Kemarinpun penyampaian visi misi penuh dengan obral janji yang diberikan oleh para calon. Dari yang berupa fisik sampai peningkatan pelayanan masyarakat.

Dari sisi geografis memang kampoeng  keniten  terletak dipinggir jalan solo (kirakira  km 16) sehingga  kehidupan masyarakat sekitarnya merupakan  campuran dari gaya “kota” dan “desa”.  dari gaya kehidupan yang semacam ini membutukan seorang pemimpin yang harus bisa melayani semuanya. Penduduk selama ini merasa kecewa dengan kepemimpinan sebelumnya karena dirasa kurang memberikan layanan yang maksimal bahkan malah melayani pemimpin. Sekarang dibutuhkan seorang pemimpin yang siap melayani  kebutuhan masyarakat. Itulah pemimpin yang diharapkan.

Uniknya lagi penduduk dikampungku ini merupakan kedekatan saudara ( satu trah ) sangat pasti akan bingung untuk memilih karena  hampir semua saudara :) . Itulah uniknya pilihan dukuh  yang dipilih saudaranya sendiri, tetangganya sendiri.

Yah semoga kampungku semakin maju lagi dengan kepemimpinan yang baru ini amien….

Posted in Kampoengku | Leave a comment

e-Government : Tantangan, Implementasi dan Integrasinya

Hari ini, Sabtu 24 Mei 2008 berlangsung Seminar Nasional Informatika “e-Government: Tantangan, Implementasi dan Integrasinya. Semiinar ini menghadirkan beberapa pembicara yang kompeten dibidangnya. Yang pertama dari pihak pemerintah sebagai pembuat kebijakan, DEPKOMINFO, kedua Pelaku e-Government dalam hal ini diwakili oleh Propinsi DIY, ketiga akademisi sekaligus praktisi yang memberikan tinjauan teknis terhadap implementasi e-Gov, berikut permasalahan dan solusi yang ditawarkan dan terahir dari pihak kampus yang memberikan paparan terhadap dukungan perguruan tinggi didalam mempersiapkan SDM yang menunjang e-Government.

Depkominfo selaku pembuat kebijakan memaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan implementasi e-Gov diseluruh Indonesia. Dalam hal ini disampaikan beberapa Program Nasional dibawah koordinasi Dewan TIK Nasional yaitu PALAPA RING, Nasional Single Window, e-Procurement, Nomor Identitas Nasional dll. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan TIK didalam mempercepat proses layanan publik/masyarakat. Tidak dipungkiri bahwa saat ini setiap daerah telah membuat situs-situs /aplikasi e-gov. Tapi antara aplikasi tidak bisa saling “ngomong” sehingga maksud untuk mempercepat layanan tadi menjadi sia-sia. Disinilah masalah sekalingus tantangan yang terjadi didalam implementasi e-gov yaitu masalah integrasi.

DIY ( dalam hal ini diwakili oleh Badan INformasi Daerah ) memaparkan implementasi e-Gov mereka yang bertitel “Jogja Cyber Province”. Kenyataan yang terjadi saat ini bahwa aplikasi ini belum diketahui secara luas oleh masyarakan JOgjakarta. Dan lagi-lagi kendala yang dipaparkan adalh masalh integrasi antara aplikasi-aplikasi yang dibangun di dinas-dinas yang berada di wiayah propinsi Yogyakarta.

Masalah interoperabilitas antar aplikasi dibahas lebih detil oleh Pak Lukito Edi Nugroho. Perbedaan format data didalam pembangunan aplikasi merupakan hal yang lumrah terjadi, karena aplikasi  dibangun oleh orang yang berbeda-beda dan dengan tools yang bebeda dan untuk menyelesaikan hal yang berbeda pula.  Permasalahan muncul ketika kita membutuhkan laporan yang lintas sektoral yang melibatkan beberapa sistem/aplikasi yang berjalan. Sistem informasi tersebut pada kenyataannya dibangun atas komponen yang berbeda-beda. Isu yang muncul adala bagaimana antar sistem tersbut saling berkomunikasi dan bertukar data dengan baik. Untuk itu diperlukan suatu format “netra’” yang disepakati oleh kedua aplikasi yang digunakan sebagai format antara dalam pengiriman data. Format netral untuk pertukaran data yang umum dipakai saat ini adalah XML.

Selain format, masalah lain yang muncul adalah mekanisme pertukarannya. Aplikasi-aplikasi yang berkomunikasi biasanya independen satu sama lain. Keduanya dibuat oleh pengembang yang berbeda. Padahal untuk bisa berkomunikasi sebuah aplikasi harus tahu cara menghubungi dan berbicara dengan mitra aplikasinya serta struktur data yang terlibat.  Ini yang sulit dilakukan karena tidak semua pihak bersedia membuka detil aplikasinya ke pihak lain. Solusinya dengan menggunakan Service Oriented Architecture. Dilingkungan Web SOA diimplementasikan dalam bentuk web service.

Topik selanjutnya mengenai dukungan perguruan tinggi dalam implementasi e-government. Dipaparkan panjang lebar bagaimana kesulitan yang dihadapi didalam mengembangkan ICT di perguruan tinggi. Bagaiman susahnya untuk mengubah kebiasaan yang dulunya manual menuju computerized. Disini IT literacy menjadi masalah pokok yang harus dibenahi terlebih dahulu. Disinggung pula bagaimana kesulitan memperoleh data yang melibatkan data-data yang ada dibeberapa jurusan. Lagi-lagi masalahnya adalah interoperabilitas .

(disarikan dari makalah seminar nasional e-governement UPN “Veteran” Yogyakarta)   

Posted in Teknologi Informasi | Leave a comment

Seminar Nasional Informatika “e-Government” berlangsung sukses

Jurusan Teknik Informatiak UPN”Veteran” Yogyakarta telah berhasil menyelenggarakan Seminar Nasional Informatika dengan topik “e-Government :Tantangan , Implementasi dan Integrasinya” pada Sabtu, 24 Mei 2008. Seminar dibagi menjadi dua sesi, yaitu seminar umum dan seminar paralel call paper.
Hadir sebagai pembicara pada seminar nasional e-goverment kali ini adalah :

1. Prof. Dr. Ahmad Junaidi , Kepala BID Jogjakarta, yang mewakili Gubernur DIY

2. Ir. Herry Abdul Aziz, M.Eng., Kasubdit Infrastruktur e-Government Depkominfo

3. Ir. Lukito Edi Nugroho, Ph.D pakar Interoperability UGM

4. Dr. H Didit Welly Udjianto MS, Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta

 Setelah break untuk ishoma, pada siang hari dilanjutkan dengan sesi seminar paralel. Disini para pemakalah mempresentasikan makalahnya masing-masing. Terdapat 5 ruangan untuk penyelenggaraan sesi paralel ini. Secara keseluruhan seminar nasional ini berjalan lancar dan sukses. Dihadiri sekitar 300-an peserta seminar dan 96 peserta pemakalah. Tentunya didalam pelaksanaan seminar ini masih terdapat kekurangan disana-sini. Ini menjadi catatan buat kami untuk lebih mempersiapkan pelaksanaan seminar berikutnya ditahun mendatang

Posted in Seputar Kampus | 1 Comment